Skip to main content

Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Area Konstruksi Stasiun Glodok dan Stasiun Kota Periode 10 Januari–15 Juli 2026

Image
CP203
Terowongan di area pembangunan CP203. Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda).

Manajemen rekayasa lalu lintas di sekitar area konstruksi Stasiun Glodok dan Kota akan dilakukan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Sumitomo Mitsui Construction Company–Hutama Karya Joint Operation (SMCC-HK JO) selaku kontraktor pelaksana. Rekayasa ini merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya. Perubahan arus lalu lintas tersebut meliputi:

  • A. Stasiun Kota

Tahap 7 – Periode 10 Januari hingga 15 Juli 2026

  1. Area konstruksi akan berada di area persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka, dengan cakupan pekerjaan, antara lain: pekerjaan struktur bawah tanah stasiun dan pintu masuk (entrance) disertai dengan pekerjaan arsitektur dan MEP pada tahap selanjutnya.
  2. Rekayasa lalu lintas (dua arah)

• Penggunaan badan jalan (lalu lintas) di arah utara Jalan Pintu Besar Selatan yang sebelumnya menggunakan di sisi Barat, akan dialihkan ke sisi Timur, dengan konfigurasi satu jalur ke arah Selatan dan satu jalur ke arah utara, hanya diberlakukan untuk Transjakarta, penghuni, dan konsumen toko di jalan Pintu Besar Selatan. Akan tetapi, apabila terjadi kepadatan lalu lintas, terutama pada Jalan Pancoran, maka Jalan Pintu Besar Selatan akan dibuka untuk umum secara situasional.

  • Pada sisi Barat Jalan Pintu Besar Selatan tetap difungsikan terbatas untuk kendaraan kecil bagi penghuni dan pengunjung toko, dari arah selatan menuju ke utara.
  • Di area persimpangan jalan Asemka, yaitu lintas atas (fly over) menuju arah Jalan Jembatan Batu akan terjadi penyempitan dampak area pekerjaan. Konfigurasi jalan yang sebelumnya 3 lajur dari arah barat akan menjadi 2 lajur di area persimpangan.
  • Di area persimpangan menuju jalan Asemka, yaitu lintas atas (fly over) dari arah Jalan Jembatan Batu akan terjadi penyempitan, dan arah laju kendaraan akan bergeser sedikit ke arah kanan median jalan di area persimpangan
  • B. Stasiun Glodok

Tahap 3.2 – Periode 21 September 2025 hingga 13 Juli 2026

Pada area rencana pembangunan Stasiun Glodok, pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas tetap dilaksanakan dengan konfigurasi lalu lintas pada tahap 3.2 di mana lalu lintas untuk kedua arah menggunakan Jalan Gajah Mada (contraflow).

Stasiun Glodok dan Kota merupakan bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203, bersama dengan pembangunan terowongan sepanjang 690 m, dengan total panjang jalur sekitar 1,4 km, mulai dari Mangga Besar hingga Kota Tua.

PT MRT Jakarta (Perseroda) memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung. MRT Jakarta mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini. Selain itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) juga senantiasa memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung dengan memasang rambu lalu lintas, marka jalan dan lampu penerangan jalan umum. PT MRT Jakarta (Perseroda) berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan.