Skip to main content

Dorong Percepatan MRT Lin Timur Barat Fase 1 Tahap 1, PT MRT Jakarta (Perseroda) Gelar Market Sounding Paket Pekerjaan Sipil Jalur Layang

Image
weni market sounding
Direktur Konstruksi Weni Maulina saat menyampaikan paparan tentang rencana pembangunan lin timur barat fase 1 tahap 1. Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda)/Dhani. 6-2-2026.

Sejak pencanangan yang dilakukan pada September 2024 lalu, PT MRT Jakarta (Perseroda) terus mendorong percepatan pembangunan MRT Lin Timur Barat. Lin ini diharapkan akan mendorong interkoneksi antarmoda transportasi publik, baik MRT Jakarta maupun moda transportasi lainnya. Sebagai bagian dari percepatan tersebut, PT MRT Jakarta (Perseroda) menggelar market sounding Jakarta Metropolitan MRT East-West Line Phase 1 Stage 1 Project khusus pekerjaan konstruksi sipil segmen jalur layang pada Jumat (6-2-2026) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Pusat.

Dalam paparannya, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina menyampaikan tujuan market sounding. “Kami ingin menunjukkan cakupan proyek Lin Timur Barat dari fase 1 tahap 1 dan mendapatkan masukan dari para peserta di industri ini mulai dari iklim pasar hingga pertimbangan teknis,” jelasnya. “Lebih jauh lagi, pertemuan ini merupakan bentuk asas keterbukaan yang didorong oleh mitra internasional selaku pemberi pinjaman seperti JICA dan ADB,” tegasnya di hadapan sekitar 100 peserta yang terdiri dari kontraktor, subkontraktor, hingga stakeholders nasional maupun internasional.

Weni juga menyampaikan bahwa dalam pengembangan fase 1 tahap 1 MRT lin timur barat, PT MRT Jakarta mengedepankan empat prinsip utama. “Kami mendorong para kontraktor agar berinovasi untuk menghasilkan pendekatan konstruksi yang efisien, berkualitas, dan mengutamakan keselamatan. Prinsip keberlanjutan juga penting untuk dihadirkan untuk memperkuat ketangguhan dan efisiensi energi dalam jangka panjang,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Weni, prinsip kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai pihak baik dengan pemerintah, kontraktor, konsultan, termasuk pemberi kerja mutlak dilakukan. Terakhir, pembangunan MRT Jakarta diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penggunaan sumber daya lokal. Hal ini akan membangun kapasitas industri konstruksi nasional.

Country Operation Head Asian Development Bank Indonesia Resident Mission, Beth Saguan Carandang menekankan bahwa dalam mendukung pemerintah dalam penyelenggaraan proyek ini, ADB akan berkolaborasi bersama dengan JICA, dan berkomitmen untuk mendukung tingkat kesiapan proyek yang tinggi dan melibatkan para pelaku industri yang berpengalaman dan memberikan terobosan baru.

Proyek MRT Lin Timur Barat ini diharapkan dapat menghasilkan infrastuktur transit perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan lapangan kerja lokal dan pengembangan ketrampilan yang inklusif sebagaimana dimandatkan oleh Procurement Directive ADB, serta membangun model yang dapat direplikasi untuk manajemen energi cerdas dalam sistem kereta api perkotaan.

Proyek pembangunan MRT Lin Timur Barat fase 1 tahap 1 terdiri dari jalur sepanjang 24,5 kilometer yang menghubungkan Tomang, Jakarta Barat dan Medan Satria, Kota Bekasi. Selain itu, akan dibangun rute 5,9 kilometer menuju depo di Rorotan, Jakarta Utara. Pembangunannya mendapatkan dukungan penuh dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB).