Skip to main content

Per 25 September, Pembangunan Fase 2A CP 201 Capai 62,81 Persen

Image
test
Suasana di area pembangunan Stasiun Glodok. Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda)/Irwan Citrajaya.

Pekerjaan pembangunan CP 201 (Stasiun Thamrin dan Monas) fase 2A MRT Jakarta berjalan sesuai jadwal. Per 25 September 2023, perkembangan pembangunan telah mencapai 62,81 persen. Saat ini, pembangunan Stasiun Monas telah masuk ke tahap pekerjaan pengecoran platform slab stasiun; pengecoran tangga akses; penggalian launching shaft box jacking entrance 1 Jalan Museum, ventilation tower 1, dan entrance 2 Jalan Silang Barat Daya Monas; pengecoran temporary opening concourse dan roof slab; pemasangan sistem HVAC, sistem elektrikal, dan sistem pemadam kebakaran dengan gas pada gardu induk; pengetesan sistem mekanikal elektrikal gardu induk; pemasangan saluran ventilasi, kabel, pipa suplai air, drainase, dan sistem kebakaran stasiun; instalasi dinding ruangan gardu induk dan stasiun; pengecatan dinding gardu induk; pemasangan pintu besi, demountable wall, dan atap akses permanen gardu induk. 

Sedangkan di Stasiun Thamrin, pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi pekerjaan pengecoran roof slab, penggalian dan pengecoran base dan concourse slab, pengecoran kolom sisi utara stasiun, pekerjaan drainase sisi utara stasiun, dan pemasangan sistem pembumian (grounding) di bawah base slab.

Per 25 September 2023 pula, mesin bor terowongan 2 (TBM-2) telah selesai membangun terowongan northbound sisi utara Stasiun Monas hingga Stasiun Harmoni dan saat ini sedang dilakukan pembongkaran TBM-2. Sedangkan mesin bor terowongan 1 (TBM-1) masih terus melakukan pembangunan terowongan southbound dari Stasiun Monas sisi utara ke Stasiun Harmoni dan telah berhasil membangun 421,5 meter (281 ring). 

Sedangkan untuk CP 202 (Stasiun Harmoni—Sawah Besar—Mangga Besar) setelah resmi dimulai pada 18 Juli 2022, per 25 September 2023 telah mencapai 18,73 persen dengan cakupan pekerjaan meliputi pekerjaan proteksi dan relokasi utilitas, persiapan manajemen rekayasa lalu lintas tahap 3.1.2, pekerjaan guide wall stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar; pengerahan peralatan pembangunan D-Wall seperti bentonite plant, grabbing maching; dan pekerjaan fabrikasi pembesian D-Wall. 

Image
test
Pekerja proyek sedang melakukan fabrikasi rebar untuk pembangunan D-Wall. Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda)/Irwan Citrajaya.

 

Pascapenandatanganan paket kontrak (contract package) CP 203 (Stasiun Glodok dan Kota) pada 20 April 2021, pekerjaannya pun sudah mulai dilakukan dan berjalan sesuai jadwal. Per 25 September 2023, perkembangannya sudah mencapai 39,60 persen dengan pekerjaan di Stasiun Glodok meliputi pekerjaan waterproofing area platform, struktur kolom level base slab, struktur kolom level concourse, persiapan TBM launching area, dan pekerjaan soil pit tunnelling. Di Stasiun Kota, sedang dilakukan persiapan pekerjaan penggalian tanah untuk roof slab, pemasangan road decking, pekerjaan pemasangan strut and waller, penanganan temuan terakota pipa air kuno tahap 2, dan pekerjaan pembongkaran struktur eksisting tempat penyeberangan orang (TPO), dan persiapan lahan entrance B untuk stockyard. Di luar pekerjaan structural stasiun, TBM-1 telah tiba di Jakarta dan disimpan di area Monas, sedangkan TBm-2 sedang dalam proses pengiriman ke Jakarta. 

Sedangkan pengadaan CP 205 railway systems and trackwork (sistem perkeretaapian dan rel) telah dilakukan dilaksanakan dengan international competitive bidding. Call for tender telah dilakukan pada 25 Agustus 2022. CP 206 rolling stock (ratangga) telah dilakukan market sounding dan penyesuaian jumlah rangkaian kereta dari 14 rangkaian menjadi tujuh rangkaian. Rencananya, call for tender dilakukan pada Q1 tahun ini. Sedangkan CP 207 automatic fare collection (sistem pembayaran), call for tender dilakukan pada Juni 2023. 

Fase 2A MRT Jakarta akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI—Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027, dan segmen dua Harmoni—Kota yang ditargetkan selesai pada 2029. Fase 2B MRT Jakarta yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study). Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. 


Berbeda dengan fase 1, fase 2A dibangun sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit (transit oriented development). Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta saja, namun juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang.