Skip to main content

PT MRT Jakarta Perkuat Strategi Mitigasi Risiko Musim Hujan

Image
gutter
Sejumlah fitur terkait mitigasi genangan air wajib tersedia saat membangun infrastruktur, termasuk area pejalan kaki. Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda)/Irwan Citrajaya.  

PT MRT Jakarta (Perseroda) terus memperkuat upaya mitigasi risiko saat musim hujan. Mitigasi tersebut meliputi pengendalian di area sekitar entrance stasiun dan depo. Sejumlah aktivitas dilakukan mulai dari pemantauan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) dan ketinggian permukaan air (water level) sungai di sekitar stasiun, penyediaan flood barrier, simulasi bencana banjir hingga pembersihan manhole saluran air dan sumur resapan.

Pengendalian air di area entrance stasiun juga sudah disiapkan dengan baik seperti penyediaan flood barrier di setiap pintu masuk stasiun, simulasi banjir secara berkala, penyediaan pompa submersible. Bahkan, tim MRT Jakarta juga membuat sumur resapan. Koordinasi berkala dengan Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air serta Damkar terus diperkuat.

Lebih jauh lagi, setiap stasiun telah tersedia tim kebersihan yang siap menanggulangi genangan air, termasuk penggunaan pompa apabila diperlukan. Pembersihan tali air (gutter) juga dilakukan setiap hari agar mengurangi potensi genangan air. Bahkan, tim MRT Jakarta juga secara berkala memeriksa dan membersihkan saluran di dalam stasiun untuk memperkecil dampak sumbatan air. Tidak hanya itu, MRT Jakarta menyiapkan flood detector di area transisi jalur layang ke jalur bawah tanah sebagai antisipasi debit air yang masuk ke area terowongan bawah tanah. 

Desain pintu masuk dan keluar (entrance) stasiun bawah tanah MRT Jakarta lebih tinggi dari permukaan jalan. Elevasi pintu masuk tersebut sudah mempertimbangkan aspek ketahanan dengan kajian hidrologi periode banjir 200 tahunan. Kajian tersebut juga sudah memasukkan skenario banjir terburuk seperti rusaknya drainase stasiun dan ketinggian dengan probabilitas 200 tahunan.

Flood gate merupakan benteng terakhir pencegah air masuk ke stasiun. Dengan tinggi sekitar 70 cm, penahan air tersebut disiapkan untuk banjir setinggi 1,5 meter melanda area sekitar stasiun. Sejumlah sensor air juga dipasang di Kali Krukut dan terhubung dengan Pusat Kendali Operasi (operation control center). Oleh karena itu, PT MRT Jakarta optimistis bahwa MRT Jakarta telah disiapkan dengan berbagai skenario terhadap risiko yang dapat timbul saat musim hujan.

 Seluruh langkah-langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan keamanan dan kenyamanan saat menggunakan layanan MRT Jakarta. PT MRT Jakarta (Perseroda) juga memastikan pemeliharaan seluruh infrastruktur terkait mitigasi banjir senantiasa dilaksanakan dengan baik dan rutin agar dapat berfungsi dengan baik saat diperlukan.