Skip to main content

MRT Jakarta Terima Piagam Penghargaan MURI

Piagam MURI
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar saat menerima piagam penghargaan dari MURI. Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda)/Irwan Citrajaya.

Pada Kamis (25-3-2020) lalu, sehari setelah peringatan dua tahun operasional MRT Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda) menerima piagam penghargaan Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) atas rekor “Operator Transportasi Publik yang Menyediakan Fasilitas Terbanyak untuk Penumpang Bersepeda”. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Direktur Operasional MURI Awan Rahargo dan diterima langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar di area beranda peron (concourse) Stasiun Bundaran HI.

Dalam sambutannya, William Sabandar mengungkapkan apresiasinya terhadap penghargaan ini. “Terima kasih kepada MURI atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Saya kira kami akan melihatnya sebagai suntikan motivasi kepada MRT Jakarta dan publik untuk betul-betul mendorong sebuah proses bersama kolaborasi transportasi publik yang akan meningkatkan mobilitas dan mengubah gaya hidup yang kita ingin wujudkan bersama,” ujar ia.

Piagam MURI
Piagam penghargaan MURI. Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda)/Irwan Citrajaya.

Saat ini, MRT Jakarta memiliki beragam jenis fasilitas pendukung bagi pesepeda yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi mobilitasnya, yaitu:

  1. 26 unit rak sepeda yang tersebar di 13 stasiun,
  2. 41 unit rambu petunjuk sepeda,
  3. Jalur khusus pesepeda di sepanjang koridor MRT Jakarta,
  4. Shelter sepeda di Stasiun Dukuh Atas BNI
  5. Akses sepeda nonlipat di tiga stasiun, yaitu Stasiun Bundaran HI, Blok M BCA, dan Lebak Bulus GRAB,
  6. Elevator/lift untuk sepeda lipat,
  7. Kereta khusus sepeda nonlipat (kereta nomor 6) di setiap rangkaian,
  8. Kereta khusus sepeda lipat (kereta nomor 3 dan 4) di setiap rangkaian,
  9. Tempat parkir sementara untuk sepeda nonlipat di dalam stasiun Lebak Bulus Grab, Blok M BCA, dan Bundaran HI,
  10. Wayfinding sepeda nonlipat di Stasiun Lebak Bulus Grab, Blok M BCA, dan Bundaran HI,
  11. Wayfinding sepeda di 16 rangkaian kereta,
  12. Bermitra dengan Jakarta Bike Hub
  13. Program Sepeda Berbagi, dan
  14. Pintu pengetapan (tapping gate) berukuran 90 cm untuk sepeda dan kursi roda di seluruh stasiun.

Akses terhadap sepeda lipat dan nonlipat yang disediakan oleh MRT Jakarta merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen MRT Jakarta dalam mendukung pengembangan kota berbasis transportasi publik, pejalan kaki, dan pesepeda, sebagai gaya hidup baru yang akan menciptakan kualitas udara yang lebih baik bagi Jakarta dan kota di sekitarnya.

Penulis: Nasrullah.