Pastikan Percepatan Fase 2A, Direktur Utama Tinjau Pabrikasi Platform Screen Doors
Sebagai bagian dari upaya percepatan penyelesaian konstruksi fase 2A, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat meninjau proses factory acceptance test terhadap pintu tepi peron (platform screen doors) di Shenzen, Tiongkok, pada Kamis—Jumat (22—23-01-2026). Dalam kunjungan kerjanya, Tuhiyat berdiskusi langsung dengan tim konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) dan pihak panasonic selaku penyedia teknologi sekaligus pabrikasi unit.
“Sejauh ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) masih menargetkan penyelesaikan segmen 1 Bundaran HI—Monas pada akhir 2027 mendatang. Oleh karena itu, seluruh paket kontrak fase 2A saat ini sedang bekerja seoptimal mungkin. Bahkan, hingga akhir 2025 lalu, pembangunannya berhasil melampaui target, yaitu 55 persen dari target 52,24 persen,” ujar Tuhiyat.
Pintu tepi peron merupakan dinding pembatas antara area peron dan jalur rel (track). Tujuan penggunaannya ialah sebagai aspek keselamatan pelanggan saat berada di peron stasiun. Selain itu, pintu otomatis ini juga mencegah penggunaan energi berlebihan dari penyejuk udara stasiun yang masuk ke area terowongan sehingga mengoptimalkan penghematan energi. Pintu ini juga terintegrasi dengan sistem persinyalan sehingga akan otomatis terbuka ketika kereta datang.
Pada proyek fase 2A ini, akan diproduksi sekitar 336 unit untuk memenuhi kebutuhan tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Saat ini, PSD untuk segmen Bundaran HI—Monas dalam proses pengiriman ke Jakarta.
Pada pembangunan fase 2A lin utara selatan ini, pengadaan platform screen doors menjadi bagian dari paket kontrak CP205 Sistem Perkeretaapian dan Rel (railway systems and track) yang dikerjakan oleh Sojitz Corporation. Pekerjaannya meliputi gardu induk (substation system), sistem distribusi daya (power distribution system), listrik aliran atas (overhead contact system), persinyalan (signaling), telekomunikasi, Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), rel (track), dan pintu tepi peron (platform screen doors) dengan nilai kontrak sebesar Rp4,2 triliun.
Pada 2019 lalu, pintu tepi peron yang ada di 13 stasiun di fase 1 lin utara selatan, mendapatkan penghargaan International Innovation Awards (IIA) 2019 yang diselenggarakan oleh Enterprise Asia di Singapura dalam kategori layanan jasa transportasi. Kehadirannya dianggap mempercepat perubahan budaya mobilitas masyarakat menjadi lebih tertib dan disiplin saat mengantre masuk ke ratangga atau berada di area peron.