Skip to main content

MRT Jakarta Terapkan Digital Construction di Fase 2A

Image
BIM
Direktur Konstruksi Weni Maulina berfoto bersama para pembicara. Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda)/Irwan Citrajaya.

Dalam pembangunan fase 2A, PT MRT Jakarta (Perseroda) berinovasi dan berkomitmen untuk melakukan transformasi digital melalui pengembangan Digital Costruction and Sustainability Road Map. Salah satu penerapannya ialah melalui Building Information Modelling (BIM) yang diharapkan dapat membantu MRT Jakarta dalam efisiensi anggaran, mengurangi risiko pekerjaan, sekaligus menyederhanakan koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat saat membuka MRT Jakarta Innovation Day 2023 pada Selasa (5-8-2023) di Hotel Pullman, Jakarta Pusat.

“Salah satu tantangan yang dihadapi oleh MRT Jakarta ialah transformasi teknologi. Perubahan yang cepat ini berdampak terhadap metode kerja konstruksi di dunia, termasuk pembangunan MRT Jakarta. Oleh karena itu, kami terus berinovasi dan beradaptasi dengan setiap perubahan tersebut,” tuturnya. “Dengan implementasi BIM ini, kita dapat mengurangi masalah di lapangan serta mengambil keputusan dengan cepat terkait konstruksinya,” tambahnya.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina, menjelaskan lebih detail terkait penerapan BIM dalam pembangunan fase 2A. “Kami belajar dari konstruksi fase 1 bahwa design drafting yang masih dikerjakan secara manual menggunakan CAD sehingga memerlukan kolaborasi desain secara manual. Selain itu, kesulitan berikutnya muncul saat proses pemeliharaan dan perawatan setiap aset karena data yang masih tersebar,” ungkapnya. “Dalam pembangunan fase 2A, kami menerapkan BIM sejak tahap perencanaan proyek lalu sebagai alat untuk melakukan technical evaluation saat pre-contract BEP. Kemudian kami gunakan juga saat contractor commencement yang di dalamnya termasuk inception design, technical design, construction design, test and commissioning, hingga hand over,” imbuhnya. “Kami dibantu oleh tim dari Bentley Systems melalui penyediaan fitur-fitur platform digital yang dapat meningkatkan produktivitas kerja dibandingkan dengan sebelumnya,” lanjut Weni.

“Lebih jauh lagi, penerapan teknologi digital ini dapat membantu kami dalam mereview secara efektif dan efisien berbagai dokumen teknis konstruksi sehingga secara tidak langsung mengurangi penggunaan kertas (hardcopy) hingga 90 persen. Ke depannya, melalui metode digital ini, tim operasi dan pemeliharaan dapat melaksanakan pekerjaannya lebih optimal,” pungkasnya.

Turut hadir menyampaikan pesan kuncinya, Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Nicodemus Daud. “Implementasi digital construction ini sangat mendukung kemajuan proyek infrastuktur nasional dan kolaborasi merupakan kunci sukses dalam keberhasilan transformasi digital di Indonesia,” imbuhnya.

Dalam seminar ini, hadir sejumlah pembicara internasional, yaitu Senior Product Manager, Rail Portofolio, Transportation, Bentley Systems Andrew Smith; BIM Director OCG Philippines Jose Lorenzo D. Afable; Manager Solution Engineering Bentley Sistems Singapore Overn Fajardo; dan Director Cohesive ASEAN Seno Hardijanto. Tidak kurang dari 100 peserta ikut dalam seminar ini.

Saat ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) sedang mewujudkan visinya sebagai salah satu pionir dalam penerapan konstruksi digital dalam industri perkeretaapian di Indonesia. Melalui penerapan Big Data, MRT Jakarta mengembangkan data terpusat sebagai landasan analisis proyek. Melalui digital twins, visualisasi konstruksi infrastruktur yang sedang dibangun, akan mengarah kepada perencanaan dan pengambilan keputusan yang efektif, efisien, dan akurat dalam setiap tahap pelaksanaan konstruksi, hingga perawatan dan pemeliharaan aset dan infrastruktur MRT Jakarta.

Informasi lebih lanjut terkait digital twins applications dalam konstruksi fase 2A MRT Jakarta, dapat dilihat melalui tautan https://www.bentley.com/wp-content/uploads/CS-MRTJakarta-KODRAFT-LTR-EN-LR.pdf