Skip to main content

MRT Jakarta dan Plan Indonesia Serukan Pentingnya Ruang Aman dan Nyaman di Transportasi Publik

Image
GTO
Nesya dan Belinda saat memimpin rapat koordinasi bersama kepala divisi PT MRT Jakarta (Perseroda). Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda)/Irwan Citrajaya. 

“Dari kunjungan saya ke beberapa stasiun, ke depannya, saya berharap agar dibangun kanopi atau atap pelindung di setiap pintu masuk stasiun. Kanopi ini dapat berfungsi sebagai shelter zone saat musim hujan dan fungsi bisnis baru,” ujar Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Belinda. Peserta rapat tampak menyimak dan mencatat sejumlah usulan dari “direktur konstruksi”.

Suasana di atas merupakan gambaran suasana rapat “direksi” bersama kepala divisi sebagai bagian dari program Girls Take Over yang digagas oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bekerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda). Selama tiga hari, 23, 24, dan 27 November 2023, dua perempuan muda, yaitu Nesya (21) dan Belinda (17) mengambil alih posisi Direktur Utama dan Direktur Konstruksi. Meskipun sekadar simulasi, topik yang dibahas merupakan isu penting dan sedang dibahas di tingkat direksi dan kepala divisi PT MRT Jakarta (Perseroda).

Nesya dan Belinda merupakan pemenang dari 336 pendaftar. Tahun ini, tema yang diusung ialah power up diversity, equity, and inclusion dengan menekankan pentingnya kesetaraan kepemimpinan perempuan dalam sektor science, technology, engineering, dan math (STEM) serta keamanan perempuan di transportasi umum.

“MRT Jakarta merupakan salah satu badan usaha milik daerah yang menjunjung tinggi kesetaraan dan kesempatan yang sama di tempat kerja. Di MRT Jakarta, saat ini 30 persen karyawannya ialah perempuan. Dari 30 persen tersebut, 25 persen di antaranya ada di bagian engineering. Di industri perkeretaapian, ini termasuk tinggi. Rata-rata sekitar 16 persen. Bahkan, dua dari lima direksi kami ialah perempuan. Direktorat yang menjadi bisnis utama MRT Jakarta yaitu operasional dan konstruksi,” jelas Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat yang hadir langsung dan memberikan dukungan moral kepada Nesya dan Belinda.

“Oleh karena itu, atas nama MRT Jakarta, saya menyambut baik kolaborasi ini dan mendukung serta mendorong lebih banyak lagi perempuan muda Indonesia yang tidak berhenti mengejar dan mewujudkan mimpinya berkarier di berbagai bidang, termasuk STEM,” tuturnya.

Dalam program ini, Nesya dan Belinda berkesempatan mengunjungi depo dan melihat area workshop kereta. Mereka juga mengunjungi stasiun dan melihat langsung bagaimana staf garis depan melayani pengguna jasa MRT Jakarta. Tidak hanya itu, dua perempuan muda tersebut juga melihat area konstruksi Stasiun Monas dan terowongan yang sedang dibangun. Dari serangkaian kunjungan tersebut, dalam rapat bersama kepala divisi, mereka memberikan sejumlah rekomendasi berdasarkan pengamatan mereka.

Sebagai perusahaan dengan karyawan yang didominasi oleh generasi muda dengan usia di bawah 30 tahun, PT MRT Jakarta (Perseroda) merupakan badan usaha milik daerah yang memberikan perhatian penuh terhadap isu kesetaraan dan kesempatan yang dalam dunia kerja. Dan, sebagai salah satu pionir dalam sistem perkeretapian modern perkotaan, MRT Jakarta berkomitmen untuk menyediakan layanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat, termasuk perempuan dan anak.