Skip to main content

MRT Jakarta dan Kemenparekraf RI Siap Kolaborasi Promosikan Indonesia

Menteri Sandiaga
Suasana pertemuan virtual antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Foto oleh Kartika Utami. 

Dalam pertemuan virtual antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI yang berlangsung pada Selasa (19-1-2021) lalu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mendorong kerja sama membangkitkan dan mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif dengan menjadikan beberapa stasiun sebagai ruang pertunjukan bagi para pelaku di sektor tersebut. Ia juga menyampaikan pelibatan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam mengembangkan usahanya, terutama selama masa pandemi seperti sekarang ini.

“Kami berharap kolaborasi dengan kementerian parekraf dapat terus berlanjut. Kita bisa berkolaborasi dengan (mengoptimalkan) potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia di MRT Jakarta,” ungkap William. “Kita juga bisa berkolaborasi soal bagaimana membangun ekosistem digital dan mengembangkan UMKM,” lanjut ia. Ekosistem digital di MRT Jakarta, tambah William, akan berdampak kepada banyak hal seperti meningkatkan keterangkutan (leverage high traffic/ridership) dan optimalisasi serta pemanfaatan area gerai/retail sehingga akan meningkatkan pendapatan tambahan.

UMKM di LBB Grab
Salah satu UMKM yang ada di Stasiun Lebak Bulus Grab. Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda)/Irwan Citrajaya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut mengapresiasi komitmen PT MRT Jakarta (Perseroda) terhadap pengembangan UMKM. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan MRT Jakarta terhadap ekonomi kreatif dan program kemitraan dengan perusahaan rintisan (startup),” ucap ia. “MRT Jakarta itu sebetulnya berpotensi sebagai tourist destination show case terkait wisata teknologi dan wisata yang berkaitan dengan kemajuan. Banyak saudara kita di Nusantara yang bermimpi untuk naik transportasi dengan teknologi terkini,” lanjut Menteri Sandiaga. “Nanti kita bisa berkolaborasi misalnya membuat wisata budaya kopi di kawasan Haji Nawi. Penggemar kopi dari seluruh Indonesia bisa naik MRT Jakarta lalu berhenti di Stasiun Haji Nawi,” usul ia. Ia berharap agar lebih banyak lagi UMKM yang bisa hadir di stasiun MRT Jakarta.

Saat ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan rintisan melalui program Accel yang bekerja sama dengan sembilan perusahaan rintisan yang akan meluncurkan produk dan layanan baru sesuai dengan karakter pengguna jasa layanan MRT Jakarta. Pada Februari 2021 mendatang akan dilakukan demo day atau peluncuran produk dan layanan tersebut dan siap untuk dikomersialisasikan. Selain itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) juga memiliki program incubator, yaitu bekerja sama dengan individu yang beraspirasi membuat perusahaan rintisan. Saat ini sudah ada empat perusahan yang sedang mendapat pendampingan dan sekitar Februari 2021 dapat menghasilkan produk untuk dicarikan investor.

UMKM di FTM
Salah satu UMKM di Stasiun Fatmawati. Foto oleh PT MRT Jakarta (Perseroda)/Irwan Citrajaya.

Terkait UMKM, ada sekitar 20 UMKM yang mendapatkan pembinaan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) yang terbagi atas tiga kategori, yaitu kriya, fesyen, dan kuliner, yang ditempatkan di tiga stasiun, yaitu Lebak Bulus Grab, Fatmawati, dan Dukuh Atas BNI.

Penulis: Nasrullah