Stasiun Istora

Stasiun bawah tanah kedua ini terletak di depan area pusat olahraga stadion Gelora Bung Karno. Konsep dasarnya menyiratkan unsur olahraga dengan dominasi warna kuning tua, putih, dan abu-abu.

Eksterior:

  • Dinding kaca dengan struktur kolom yang miring menyiratkan karakter pergerakan manusia dengan merepresentasikan ruang transisi publik.
  • Dilengkapi dengan eskalator dan tangga serta berpenutup untuk menghindari terik matahari dan hujan.
  • Celah antara dinding kaca berfungsi sebagai ventilasi udara dan perlindungan terhadap cuaca.
  • Langit-langit yang bermotif mencerminkan kekayaan budaya di interior stasiun.
  • Desain Cooling Tower dan Ventilation Tower yang menggunakan dinding alumunium dengan aksen garis horizontal, menyesuaikan dengan konteks lingkungan sekitarnya.
  • Lokasi berada di area pejalan kaki jalan raya, dengan tinggi yang memperhitungkan keamanan dari genangan air pada musim hujan.
  • Dilengkapi dengan rolling door sebagai fungsi perlindungan dari banjir.

Interior:

  • Penutup bermotif dan bercorak garis horizontal dengan gradasi warna putih, abu-abu tua, hingga abu-abu terang, melapis tiang penyangga dan langit-langit stasiun memberi kesan siluet. Begitu juga dengan lantai.
  • Dindingnya diberi sentuhan dominasi warna kuning tua dengan desain menggunakan konsep athletes movements.
  • Pendingin ruangan dan beberapa area duduk akan tersedia demi kenyamanan pengguna.
  • Sebuah lantai concourse disediakan khusus untuk area fasilitas umum dan retail. Fasum meliputi toilet untuk pria/wanita/difabel, ruang menyusui, lift bagi difabel. Area retail akan mewadahi atm center, toko serba ada, dan lain-lain.
  • Area menunggu kereta bagi penumpang dibuat nyaman dan aman, dibatasi pagar akrilik berpintu otomatis (platform screen door/PSD). Lampu-lampu penanda terletak tepat di muka PSD sehingga mudah dilihat.
  • Setiap stasiun akan memiliki tangga khusus sebagai jalur evakuasi.