Stasiun Haji Nawi

Menurut sejarah, dahulu kala wilayah Haji Nawi dimiliki dan dikelola oleh saudagar bernama Haji Nawi yang berdarah Betawi. Untuk mengenang beliau, salah satu stasiun besar ini didesain secara modern dengan beraneka elemen yang identik dengan kebudayaan Betawi.

Eksterior:

  • Pintu masuk dengan eskalator dan berpenutup dengan kaca penyekat menggunakan pola Gigi Balang yang khas Betawi.
  • Pola Gigi Balang juga diterapkan di sebagian dinding kaca fasad sehingga kesan modern ala pusat perbelanjaan pun terbentuk.
  • Atap stasiun mengadopsi sistem ventilasi alamiah yang memungkinkan keluar-masuk udara dengan leluasa.

Interior:

  • Lantai dan langit-langit stasiun bercorak kotak-kotak, gradasi warna coklat tua, peach hingga tekstur serat kayu, menyiratkan dinamika pergerakan pengguna MRT Jakarta yang bergerak masuk dan keluar stasiun.
  • Sebuah lantai concourse disediakan khusus untuk area fasilitas umum dan retail. Fasum meliputi toilet untuk pria/wanita/difabel, ruang menyusui, lift bagi difabel. Area retail akan mewadahi atm center, toko serba ada, dan lain-lain.
  • Area menunggu kereta bagi penumpang dibuat nyaman dan aman, dibatasi pagar akrilik berpintu otomatis (platform security door/PSD). Lampu-lampu penanda terletak tepat di muka PSD sehingga mudah dilihat.