Berita & Update

Archive

  • PT MRT Jakarta Kunjungi Kantor Berita Beritagar.id

    12 Apr , 2017

    Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dan rombongan mengunjungi kantor Beritagar.id Selasa (11/4) kemarin. Kunjungan ini dalam rangka membangun komunikasi dengan kantor berita yang ada di Jakarta. “Komunikasi dengan publik sangat penting. Kereta MRT Jakarta milik publik, sedini mungkin publik harus tahu meskipun belum beroperasi,” tuturnya. “Bagi kami, teman-teman jurnalis adalah elemen penting untuk menyampaikan sejauh mana perkembangan proyek MRT, baik konstruksi maupun rencana operasi,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono dan Sekretaris Perusahaan Tubagus Hikmatullah tampak dalam rombongan. Mereka diterima dengan hangat oleh Pemimpin Umum Beritagar.id Herman Kwok dan Pemimpin Redaksi Yusro M. Santoso. Sejumlah jurnalis dari Beritagar.id turut hadir dalam diskusi yang dilakukan dalam suasana santai ini.

    Dalam paparannya, William menyampaikan beberapa hal terkait mandat perusahaan yang dipimpinnya serta perkembangan proyek saat ini. “Per 31 Maret kemarin, kita sudah berada di posisi 68,98 persen,” ungkapnya. “Harapannya (pengerjaan konstruksi fase 1) selesai pertengahan 2018, sehingga Desember 2018 kita bisa memulai uji coba sebelum beroperasi secara komersial pada Maret 2019,” lanjutnya.

    William mengakui bahwa kehadiran kereta MRT Jakarta bukan satu-satunya solusi atas kemacetan di Ibu Kota. “Sebelum kebijakan, kebiasaan atau budaya, serta integrasi transportasi publik (dilakukan), kondisi macet masih akan terus ada,” ujar ia. “Kemauan masyarakat untuk pindah ke transportasi publik adalah yang terpenting,” tambahnya. “16 kilometer bukan apa-apa, namun kita ingin membuat publik mulai sadar dengan adanya perubahan (transportasi publik) ini,” jelasnya dengan serius. William merujuk 16 kilometer pada koridor fase 1 yang membentang dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Pada fase ini, terdapat tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah.

    Di sela-sela diskusi, Pemimpin Umum Beritagar.id Herman Kwok melontarkan pertanyaan terkait upaya PT MRT Jakarta untuk menjamin pemeliharaan prasarana yang telah dibangun dan menggunakan anggaran yang tidak sedikit.

    Agung Wicaksono selaku Direktur Operasional dan Pemeliharaan menjelaskan tentang dua sudut pandang terkait aspek pemeliharaan. “Yang pertama adalah internal, meliputi anggaran dan pemanfaatannya,” jelasnya. “Lalu aspek eksternal, yaitu budaya bertransportasi yang berujung pada perubahan gaya hidup,” tambahnya. Agung menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga prasarana yang telah dibangun ini merupakan salah satu kunci penting dari aspek pemeliharaan.

    Tidak hanya terkait pemeliharaan, Fajar W Hermawan, Kepala Kompartemen Dewan Redaksi Beritagar.id menanyakan tentang penyediaan tempat parkir di area stasiun bagi pengguna mobil pribadi. “Kami sedang membangun kerja sama dengan penyedia transportasi publik lainnya seperti Transjakarta atau bus feeder dari kantong-kantong hunian,” jawab William. Ia lalu memberikan contoh untuk Stasiun Lebak Bulus. “Nantinya akan menyediakan layanan feeder (pengumpan) yang aman dan nyaman dari area-area seperti Ciputat atau Bintaro ke Stasiun Lebak Bulus sehingga tidak perlu membawa mobil (lagi),” pungkasnya.

    Kehadiran kereta MRT Jakarta memang tidak serta merta akan menuntaskan persoalan kemacetan di Ibu Kota, namun MRT Jakarta memberikan pilihan baru dalam wajah transportasi Jakarta yang dikenal ruwet, menjadi lebih baik dengan terus mendorong perubahan gaya hidup masyarakat pengguna kendaraan pribadi ke transportasi publik sesuai jargon yang akan dikembangkan, yakni MRT #UbahJakarta. [NAS/CP]